Pages

Tampilkan postingan dengan label sejarah kekristenan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah kekristenan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Juli 2021

Apa Itu Gereja Orthodox?

 001) Apakah arti nama Orthodox? 

Jawab:Orthodox bukan berarti "kolot" namun berasal dari dua kata Yunani:
a. Orthos (ορθος), artinya benar/lurus.
b. Doxa (δόξα), artinya adalah kepercayaan/ajaran.

Jadi makna kata Orthodox adalah “kepercayaan/ajaran yang benar/lurus”.

Picture
002) Kapan dan siapakah pendiri Gereja Orthodox?
Jawab:

Gereja Orthodox didirikan oleh Yesus Kristus sendiri, pada zaman para rasul ada 5 Kota Pusat Kristen yang disebut sebagai Pentarkhi, antara lain:
a) Gereja Antiokhia (Syria, sekarang Turki), oleh Rasul Petrus tahun 37 AD.
b) Gereja Konstantinopel (sekarang Turki), oleh Rasul Andreas tahun 38 AD.
c) Gereja Roma (Itali), oleh Rasul Petrus & Paulus tahun 42 AD.
d) Gereja Alexandria (Mesir), oleh Ev.Markus tahun 43 AD.
e) Gereja Yerusalem (Israel), oleh Rasul Yakobus tahun 49 AD.
                                                                                                   
Juga terdapat gereja-gereja para rasul lainnya yang tidak menjadi Kota Pusat Kristen, misalnya Gereja Kristen India didirikan oleh Rasul Thomas, Gereja Kristen Assyria (Persia) dan Armenia didirikan oleh Rasul Bartholomeus dan Rasul Yudas Thadeus, dan Gereja Kristen Ethiopia didirikan oleh Sang Penginjil Filipus. Pada perkembangan selanjutnya, wilayah-wilayah Gereja tersebut disebut sebagai Yuridiksi. Sebagian besar Gereja-Gereja tersebut tetap dalam kesatuan dan lestari hingga kini menggunakan nama Gereja Orthodox.

003) Apakah bukti bahwa Gereja Orthodox didirikan oleh Kristus diatas iman para rasul dan melestarikan ajaran para rasul?
Jawab:
Gereja Orthodox memiliki mata rantai Suksesi Rasuli (Apostolic Succession), dimana sejak zaman para rasul selalu dilakukan penumpangan tangan bagi pengganti para rasul, Suksesi Rasuli ini sudah tercatat dalam Sejarah Gereja dan dokumen Sejarah Dunia.

A. Kesaksian dari Gereja Katolik Roma

... From the Apostolic era until now, the Orthodox Church of Greece has been a rich source from which the Church of the West too has drawn for her liturgy, spirituality and jurisprudence (cf. Unitatis Redintegratio, 14). A patrimony of the whole Church are the Fathers, privileged interpreters of the apostolic tradition, and the Councils, whose teachings are a binding element of all Christian faith ... 
Translate:
... Sejak dari zaman kerasulan sampai sekarang, Gereja Orthodox Yunani telah menjadi sumber yang kaya dimana Gereja Barat  juga telah ditarik untuk spiritualitas, liturgi, dan hukum Gerejawi (cf. Unitatis Redintegratio, 14). Suatu harta warisan luhur dari seluruh Gereja yaitu Para Bapa (Gereja), penafsir istimewa dari tradisi rasuli, dan konsili-konsili, yang ajarannya adalah suatu unsur yang mengikat semua iman Kristen ... 
[Paus Katolik Roma Yohanes Paulus II]
[http://www.vatican.va/holy_father/john_paul_ii/speeches/2001/documents/hf_jp-ii_spe_20010504_archbishop-athens_en.html]

B. Kesaksian dari Gereja Protestan

Pure Faith of primitive Christianity is to be found in the Orthodox Church.
Translate:
Iman yang murni dari Kristen mula-mula dapat ditemukan didalam Gereja Orthodox.
[Martin Luther]

... Gereja timur hampir tak berubah lagi, baik secara lahiriah maupun batiniah, padahal Gereja barat berkembang terus, baik susunannya maupun ajarannya ... Keadaan Gereja Timur: Gereja ini mempertahankan peraturan dan susunan Gereja Lama, yaitu segala uskup sama tinggi derajatnya ... Pada persidangan-persidangan “gerakan oikumenis” di Eropa Barat sejak tahun 1925, Gereja Ortodoks diwakili oleh uskup-uskupnya. Di situ nyata betapa indah harta rohani Gereja itu yang dipeliharanya sampai sekarang ini ...
[Dr. H. Berkhof. Sejarah Gereja. halaman 60]

004)  Apakah perbedaan antara Gereja Orthodox Timur dan Gereja Orthodox Oriental?
Jawab:
Gereja Orthodox Timur mengakui hasil 7 Konsili Ekumenis sementara Gereja Orthodox Oriental terpisah dari Gereja Orthodox Timur sejak tahun 451 AD karena tidak menerima hasil keputusan Konsili Ekumenis Khalsedon, dengan demikian Gereja Orthodox Oriental hanya mengakui hasil 3 Konsili Ekumenis sebelum Konsili Ekumenis Khalsedon.

Gereja Orthodox Oriental (Non-Khalsedon) antara lain terdiri atas: Gereja Rasuli Armenia, Gereja Koptik Alexandria, Gereja Ethiopia Tewahedo, Gereja Eritrean Tewahedo, Gereja Orthodox Syria, dan Gereja Orthodox Syria-India. Gereja Orthodox Oriental belum dalam Persekutuan Penuh (full-communion) dengan Gereja Orthodox Timur. Namun sampai saat ini, Persekutuan Penuh (full-communion) antara Gereja Orthodox Timur dan Gereja Orthodox Oriental sedang diusahakan dalam bentuk berbagai dialog Theologis.

005) Apakah Gereja Orthodox sama dengan Gereja Katolik Roma ataukah Gereja Protestan? 
Jawab:
Tidak sama dengan keduanya. Gereja Orthodox sudah ada bersama-sama dengan Gereja Katolik Roma sejak zaman para rasul, namun tahun 1054 AD terjadilah Skisma Besar yang menyebabkan terpisahnya Gereja Katolik Roma dari Gereja Orthodox, sedangkan Gereja Protestan paling awal baru lahir pada tahun 1517 AD.

006) Sejak kapan istilah Orthodox muncul? sejak kapan nama Gereja Orthodox digunakan?
Jawab:
Istilah Orthodox sendiri sudah muncul sejak abad ke-4 untuk membedakan sifat Gereja yang sejati dengan persekutuan para bidat yang muncul pada abad-abad tersebut, meskipun pada saat itu istilah Orthodox belum digunakan sebagai nama/label Gereja.

...The word was first used in early 4th-century Christianity by the Greek Fathers...
Translate:
...Kata (Orthodox) pertama kali digunakan pada awal abad ke-4 keKristenan oleh para bapa-bapa Gereja Yunani... 
[http://dictionary.reference.com/browse/orthodox

Sebutan/label Gereja Orthodox sendiri mulai digunakan pada abad 19 oleh para Theolog Gereja Barat karena banyaknya sebutan pernyataan "Iman Yang Benar (Orthodox)" dalam pengajaran Gereja Orthodox. Dalam kajian Theologi formal sendiri, sebutan yang dipakai untuk Gereja Orthodox adalah Gereja Katolik (namun bukan Gereja Katolik Roma, misalnya pada Ensiklik Para Patriarkh Timur tahun 1848 AD), jadi penerimaan sebutan Gereja Orthodox pada era modern ini adalah untuk menghindari kebingungan antara penyebutan Gereja Katolik (Gereja Orthodox) dan Gereja Katolik Roma saja, dan tanpa meninggalkan nama Gereja yang tepat yaitu Gereja Katolik (bukan Katolik Roma).

It would seem that this name was given by Western scholars (just as "Byzantine" was). The expression "Orthodox Church" became used in the late 1800s/early 1900s... " it gradually became accepted that "Orthodox/Orthodox church" would be an acceptable name...
Translate:
Tampaknya nama ini (Gereja Orthodox) telah diberikan oleh para Theolog Barat (sebagaimana istilah Byzantin juga demikian). Ekspresi "Gereja Orthodox" mulai digunakan pada akhir tahun 1800 atau awal tahun 1900... lambat laun istilah "Orthodox/Gereja Orthodox" diterima sebagai sebuah nama... 
[http://www.orthodoxanswers.org/answer/597/

...The term Eastern Orthodox Church is not officially used by the Orthodox Church themselves but has only recently been applied to the Orthodox Church by the Roman Catholic and Protestant denominations... 
Translate:
...Istilah Gereja Orthodox Timur bukanlah secara resmi digunakan oleh Gereja Orthodox itu sendiri melainkan telah diterapkan kepada Gereja Orthodox oleh Katolik Roma dan denominasi-denominasi Protestan...
[http://wiki.answers.com/Q/When_was_the_Eastern_Orthodox_Church_founded]

Picture007) Mengapa terjadi Skisma Besar antara Gereja Orthodox dan Gereja Katolik Roma?
Jawab:
Penyebab terjadinya Skisma Besar pada tahun 1054 AD tersebut antara lain:
a) Didasari oleh perbedaan interpretasi Gereja Katolik Roma atas gelar Primus Interpares (Yang Utama Diantara Yang Sederajat) yang diberikan bagi Gereja Roma sehingga Gereja Katolik Roma mencoba untuk menundukkan semua yuridiksi Gereja dibawah kuasanya. Tradisi Rasuli menegaskan bahwa gelar Primus Interpares mengandung makna bahwa Gereja Roma dihormati sebagai yang utama dan bukan berarti memiliki kuasa hukum (supreme) atas seluruh Gereja yang lain.
b) Gereja Katolik Roma menambahkan klausa “Filioque” pada Kredo yang mana telah disetujui oleh Gereja Semesta (seluruh yuridiksi) dan tidak dapat diubah (ditambahi atau dikurangi kecuali melalui Konsili Ekumenis lainnya) karena telah menyangkut nilai-nilai Theologis Gereja.
c) Gereja Katolik Roma mewajibkan seluruh Imam untuk selibat, padahal Tradisi Rasuli dan Kitab Suci tidak pernah berkata demikian. Rasul Petrus menikah dan Rasul Paulus selibat, semuanya adalah sesuai panggilan pelayanannya masing-masing.
d) Gereja Katolik Roma mewajibkan seluruh Gereja yuridiksi lain untuk menggunakan Ritus Latin dan pemakaian Hosti (roti tanpa ragi) sebagai roti yang digunakan dalam Perjamuan Kudus/Ekaristi.

008) Apakah Gereja Orthodox sama dengan Gereja Uniat Timur?
Jawab:
Tidak sama, Gereja Uniat Timur adalah gereja yang tunduk pada Gereja Katolik Roma dan merupakan bagian Gereja Katolik Roma namun memakai Ritus Timur dibandingkan dengan Ritus Latin. Hal ini sama halnya dengan Kharismatik Katolik Roma berbeda dengan Protestan Kharismatik.

009) Berapakah jumlah umat Orthodox sedunia?
Jawab:
+ 350 juta umat.

010) Apakah ada keselamatan diluar Gereja Orthodox? Bagaimana dengan prinsip Extra Ecclesiam Nulla Salus (Diluar Gereja Tidak Ada Keselamatan)?
Jawab: 
Mengingat Kitab Suci menyatakan adanya Wahyu Umum maka dalam kondisi tertentu kemungkinan masih ada keselamatan diluar Gereja Orthodox,

Rm 2:14-16
14. Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.
15. Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. 
16. Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus. 

Metropolitan Kallistos Ware menganalisa prinsip Extra Ecclesiam Nulla Salus (Diluar Gereja Tidak Ada Keselamatan) bukan berarti bahwa mereka yang tidak ada dalam Gereja Orthodox pasti tidak selamat, juga bukan bahwa semua umat Orthodox pasti selamat, oleh karena itu Gereja Orthodox menyadari adanya Gereja yang nampak secara pasti (Gereja Orthodox) dan Gereja yang tak nampak (diluar Gereja Orthodox), jadi yang disebut dengan Gereja dalam klausa "Ecclesiam" diatas menyangkut pada siapa saja yang diselamatkan Kristus pada akhir zaman. Sebagaimana kata Irenaeus: "Kami mengetahui secara pasti dimana Gereja berada (Gereja yang nampak) namun kami tidak tahu pasti dimana Gereja tidak berada (Gereja yang tak nampak)”.
[The Church is One, Chapter II. Metropolitan Kallistos Ware]

Namun Gereja Orthodox sebagai Gereja Yang Dalam Kepenuhan Kebenaran berusaha mengumandangkan dan mengajak Gereja yang tak nampak ini untuk bergabung dan bersatu dengan Gereja yang nampak, yaitu Gereja Orthodox, untuk menikmati kepenuhan Kristus secara pasti bersama-sama.

011) Bagaimana Dasar Kebenaran Theologi Gereja Orthodox?
Jawab:
Gereja Katolik Roma menyatakan ada 3 Pilar Gereja sebagai Sumber Infalibel, yaitu: Tradisi Suci, Kitab Suci, dan Magisterium; dimana Magisterium adalah interpretasi dari Tradisi Suci yang berkembang dan Kitab Suci. Hubungan antara ketiganya disebut Sola Ecclesia (Hanya Gereja).
Gereja Protestan menyatakan Sola Scriptura (Hanya Kitab Suci), yaitu: Kitab Suci adalah sebagai satu-satunya Sumber Infalibel sebagai tolok ukur sumber lainnya.
Gereja Orthodox menggunakan 2 Sumber Infalibel, yaitu: Tradisi Rasuli dan Kitab Suci, dimana Tradisi Rasuli yang tetap/statis merupakan interpretasi atas Kitab Suci. Hubungan yang demikian disebut sebagai Regula Fidei (Aturan Iman).

Ternyata hal tersebut selaras dengan Kitab Suci sendiri,

2Tes 2:15
15. αρα ουν αδελφοι στηκετε και κρατειτε τας παραδοσεις ας εδιδαχθητε ειτε δια λογου ειτε δι επιστολης ημων.
15. Therefore, brethren, stand fast and hold the traditions which you were taught, whether by word or our epistle.
15. Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.


Kata-kata yang diterjemahkan oleh LAI sebagai “ajaran-ajaran” diatas berasal dari kata “παραδοσεις” (paradoseis) yang artinya adalah “tradisi”, Alkitab King James Version (Inggris) lebih tepat dalam menterjemahkan hal ini. Jadi Gereja Orthodox mendasari Theologinya berdasarkan Tradisi Rasuli baik yang lisan ataupun tertulis (Kitab Suci).

019) Apakah tujuan terbesar umat Orthodox?
Jawab:
Mencapai Theosis (Memanunggalkan diri/mengambil bagian dalam Kodrat Ilahi), sebagaimana Kitab Suci mencatat:

2Ptr 1:4
4. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.


012) Bagaimana cara untuk menjadi umat Orthodox?
Jawab:
Hubungi Gereja Orthodox terdekat, ikuti Katekisasi Orthodox dengan baik, dibaptis air (jika belum atau baptisan yang tidak sah), menerima Sakramen Khrisma, dan dengan kasih, rajin dan setia menerapkan Orthodoxia (Ajaran Yang Benar), Ortholatria (Penyembahan Yang Benar), dan Orthopraxia (Praktek Hidup Yang Benar) serta senantiasa memelihara rahmat-rahmat Sakramen dalam Gereja.

St. Konstantinus Agung dan Tuduhan Perubahan Sabat

 

 

 

Gaius Flavius Valerius Aurelius Constantinus (lahir 27 Februari 272 – meninggal 22 Mei 337 pada umur 65 tahun), yang lazim dikenal sebagai Konstantinus IKonstantinusAgung adalah seorang Kaisar Romawi, yang dinyatakan sebagai Augustus oleh pasukan-pasukannya pada 25 Juli 306 dan yang memerintah atas bagian Kekaisaran Romawi yang terus-menerus berkembang hingga kematiannya.

Konstantinus paling diingat pada masa kini untuk Edik Milano pada 313, yang sepenuhnya melegalisasi agama Kristen di seluruh Kekaisaran, untuk pertama kalinya, dan dia juga berperan dalam Konsili Nicea pada 325. Tindakan-tindakannya ini dianggap sebagai faktor-faktor penting dalam penyebaran agama Kristen. Reputasinya sebagai "Kaisar Kristen pertama" telah dikemukakan oleh sejarahwan dari Lactantius dan Eusebius dari Kaisaria hingga pada masa kini.

Namun dalam perkembangan jaman, dan perpecahan Gereja, Jasa besar yang telah dilakukan Konstantinus seolah-olah tidak berarti dan pribadinya dituding dengan sebuah tuduhan dari kaum Kristen modern sebagai tokoh yang merubah hari Sabat. Tuduhan perubahan Sabat ini sering dikait-kaitkan dengan sebuah Edik (Undang-undang) yang beliau keluarkan, yaitu sering disebut oleh para penuduh sebagai Edik Konstantinus.

Mari kita bahas Edik Konstantinus ini dengan melihat sejarah perjuangan St.Konstantinus.
Jika kita lihat pribadi beliau sebagai seorang Raja kerajaan Roma yang mayoritas penduduknya menganut paham paganisme (bertuhankan banyak Dewa) maka beliau haruslah mengambil kebijaksanaan yang dapat mengayomi mayoritas penduduk Roma dan juga dapat melindungi sahabat-sahabatnya seiman yang telah membawa dia kepada Yesus Kristus Tuhan kita.

Bayangkan jika kita bawa peristiwa masa itu, seperti di Negara kita Indonesia jaman sekarang ini, ketika penduduk mayoritas adalah Muslim, tentu saja segala kebijaksanaan hukum haruslah dipertimbangkan dengan berbagai faktor,salah satunya adalah agama mayoritas yang dianut oleh Negara ini yaitu Muslim.

Coba kita bayangkan jika Indonesia dipimpin seorang Presiden Kristen lalu kemudian menetapkan hukum yang merobohkan iman mayoritas penduduk, dan mengkristenkan segala hukum-hukum di Negara Indonesia ini. Saya yakin presiden yang demikian akan ditendang oleh Senat (DPR – MPR) dan mungkin malah akan diamuk masa.
Dengan berbekal perumpamaan di atas, saya ingin membawa pemahamannya kepada kasus Edik Konstantinus, memperlakukan Pribadi Konstantinus sebagai pemimpin Negara, karena memang demikianlah sebagaimana mestinya, karena beliau bukanlah pemimpin agama.

Di dalam Edik Milano yaitu Edik yang melegalisasi agama Kristen diterima sebagai agama Negara, St. Konstantinus menunjukkan sikap untuk saling menghargai antar umat beragama, baik Kristen yang baru berkembang dari masa penganiayaan di kerajaannya dan Paganisme yang adalah agama mayoritas saat itu. Dengan membuat Edik Milano, Konstantinus dapat meyakinkan senat dan rakyat bahwa semua keyakinan di fasilitasi di negaranya, dan tidak kemudian merobohkan keyakinan Kerajaan Roma sebelumnya yaitu paganisme yang saat itu masih banyak dianut oleh rakyat Roma.

Dalam posisinya sebagai kepala Negara, beliau tetap memberikan kewenangan kepada Gereja untuk mengatur segala urusan Gerejawi, sebagaimana kitab suci katakan (Titus 1 : 7) bahwa yang berhak mengatur Gereja adalah Penilik Jemaat (Episkop) dan bukan kaisar, dan ketika terjadinya pertentangan iman di tubuh jemaat maka para Penilik Jemaat berkumpul untuk mengadakan Konsili Kudus sesuai dengan teladan kitab suci (Kis 15).

Di masa pemerintahannya pula kita dapat lihat bahwa antara ketetapan Negara dan ketetapan iman diambil oleh pihak yang berkewajiban untuk menetapkannya,oleh karenanya ketika kita berbicara mengenai ketetapan iman, maka di jaman pemerintahannya, Para Penilik Jemaat (Episkop) beberapa kali mengadakan konsili, dan salah satu konsili yang paling terkenal adalah Konsili Nicea pada tahun 325 yang menghasilkan Syahadat Gereja yang masih terjaga hingga sekarang.

Adalah sesuatu yang tidak bijaksana jika kita mengkait-kaitkan Undang-undang Negara Romawi yang ditetapkan kaisar Konstantinus untuk mengatur negaranya dengan ketetapan iman Gereja Kristus. Dalam hal ini saya ingin katakan bahwa para penuduh Kristen modern sekarang mencampur-adukkan kebijaksanaan politik Negara dan ketetapan iman.

Kembali ke permasalahan Edik Konstantinus. Demikianlah bunyi Edik yang ditetapkan Konstantinus sebagai Kepala Negara Kerajaan Roma pada tahun 321M.

"One the venerable day of the Sun let the magistrates and people residing in cities rest, and let all workshops be closed. In the country however persons engaged in agriculture may freely and lawfully continue their pursuits because it often happens that another day is not suitable forgain-sowing or vine planting; lest by neglecting the proper moment for such operations the bounty of heaven should be lost. (Given the 7th day of March,Crispus and Constantine being consuls each of them the second time."

Codex Justinianus, lib. 3, tit. 12, 3; translated in History of the Christian Church, Philip Schaff, D.D., (7-vol.ed.) Vol. III, p.380. NewYork, 1884

Sumber : http://www.sundaylaw.net/studies/truelife/liberty/sab2sun.htm

Terjemahan :
“Suatu hari terhormat dari Sang Matahari biarlah hakim dan orang-orang yang berada di kota-kota lain, untuk membiarkan semua bengkel tutup. Namun dalam Negara dimana orang-orang yang bergerak di bidang pertanian dapat dengan bebas dan sah melanjutkan kegiatan mereka karena sering terjadi bahwa hari lain tidak cocok untuk penyemaian atau menanam anggur, jangan sampai dengan mengabaikan saat yang tepat untuk pekerjaan tersebut karunia dari surga harus hilang.”

Dalam undang-undang Negara romawi yang ditetapkan oleh raja Konstantinus ini, kita dapat melihat bahwa beliau memfasilitasi rakyatnya yang masih banyak beragama paganisme untuk beribadah pada hari yang disebut hari Sang Matahari. Dari bunyi hukum ini jelas ditujukan tidak untuk umat Kristiani, karena menggunakan istilah paganisme. Jika memang ini ditujukan untuk umat Kristen seperti yang dituduhkan, maka seharusnya menggunakan istilah Kristen, mungkin disebut “One the Venerable day of Christ.”

Lalu bagaimanakah Hukum Gereja untuk mereka yang beriman Kristiani pada jaman Gereja Perdana?
Sebagaimana saya katakan sebelumnya bahwa Ketetapan iman Kristiani itu dirumuskan dalam Konsili Kudus dengan teladan para rasul sendiri (Kis 15). Dan di jaman permulaan perkembangan iman Kristen diadakan beberapa Konsili Gereja Kristus yang menetapkan mengenai ketetapan iman, salah satunya mengenai hari sabat. Inilah beberapa ketetapan sabat dalam Hukum Gereja Perdana Kristus.

“I Peter and Paul do make the following constitutions. Let the slaves workfive days; but on the Sabbath-day and the Lord's day let them have leisure togo to church for instruction in piety. We have said that the Sabbath is onaccount of the creation, and the Lord's day of the resurrection.”

Terjemahan :
"Saya Petrus bersama dengan Paulus membuat peraturan sebagai berikut, Biarkan pekerja bekerja selama lima hari, tetapi pada hari Sabat dan Minggu biarkanlah mereka memiliki waktu luang untuk pergi ke Bait Tuhan untuk mendapatkan pengajaran dalam kesalehan. Kami menyatakan bahwa Sabat bermakna tentang penciptaan, dan Minggu bermakna tentang kebangkitan."

St. Petrus dan Paulus, KONSTITUSI PARA RASUL KUDUS, Pasal 33
Sumber : http://www.synaxis.org/cf/volume07/ECF00038.htm


“The Gospels are to be read on the Sabbath [i.e. Saturday], with the otherScriptures.”

Terjemahan :
"Kitab Suci haruslah dibacakan pada hari Sabat, bersamaan dengan tulisan-tulisan para rasul lainnya."

✥ Kanon ke enam belas, Konsili Laodicea 364 M ✥
Sumber: http://www.newadvent.org/fathers/3806.htm

Dengan melihat bukti-bukti yang ada, dan bijaksana dalam menilai sejarah, kita dapat lihat bahwa tuduhan yang dilakukan komunitas Kristen Modern adalah buah dari kebingungan mereka untuk memisahkan mana yang Hukum Negara dan mana yang Hukum Gereja. Masihkah anda menuduh Konstantinus merubah hari ibadah Kristen dari Sabat ke Minggu?
Gereja Orthodox yang menjaga teladan Gereja perdana hingga sekarang tetap beribadah di hari Sabat, dengan melaksanakan Sholat Senja Berjemaah. Gereja Orthodox menghormati Konstantinus Agung sebagai pahlawan iman karena jasanya zaman penganiayaan Kristen di seluruh wilayah kerajaan roma yang sangat luas itu berakhir, dan Kristen menjadi agama yang legal di kerajaannya.
Dan marilah bagi para pembaca untuk bijaksana, dan tidak memberikan tuduhan yang sama sekali kita tidak mengerti apalagi cepat menghakimi. Kita harus  mengingat segala tuduhan, ucapan, prilaku, semua yang kita lakukan dalam hidup akan dipertanggungjawabkan di depan pengadilan Kristus yang menakutkan itu. Maukah anda mempertanggungjawabkan tuduhan yang sama sekali anda tidak mengerti?
Kiranya hanya Tuhan yang dipermuliakan dalam catatan saya ini
We Shalom Aleikhem Be Shem Ha Masiakh